PMI Jember Sempat Kehabisan Hazmat, Ini Tanggapan Satgas Covid-19 Jember

Petugas ambulan jenazah PMI Jember saat mensholatkan dan mengantar jenazah pasien dengan protokol Covid-19
Sumber foto: Humas PMI Jember

Terkini.id, Jember  – Krisis alat pelindung diri (APD) sempat dialami oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Jember. Sejak Rabu 18 November 2020 lalu, PMI Jember terpaksa menghentikan sementara layanan pengantaran jenazah karena habisnya pakaian hazardous materials (Hazmat).

“Stok baju hazmat di gudang sudah habis. Jadi terpaksa PMI Jember menghentikan layanan antar jemput ambulans jenazah,” tutur juru Bicara PMI Jember, Gufron Eviyan Efendi saat dikonfirmasi Awak media.

Habisnya APD itu baru diumumkan PMI Jember pada Jumat, 20 November 2020 kemarin. Pengumuman itu sekaligus PMI Jember membuka donasi bagi para dermawan untuk menyumbangkan dana atau pakaian hazmat untuk operasional mobil jenazah PMI Jember.

Hanya dalam waktu kurang dari satu hari sejak diumumkan, sudah ada donasi baju hazmat. Namun, Gufron tidak menyebut jumlah maupun sumber bantuan baju hazmat yang diterima oleh PMI Jember. “Ya sejak Sabtu, 21 November 2020 kemarin ini sudah ada bantuan alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat untuk PMI Jember,” tutur Gufron.

Sesuai protokol, seluruh petugas yang berinteraksi dengan pasien atau jenzah yang terkait dengan Covid-19, wajib mengenakan APD tingkat tinggi, yaitu baju hazmat. Hal ini untuk mencegah kemungkinan petugas terpapar virus corona. Protokol itu wajib diberlakukan, baik kepada pasien atau jenazah yang positif  ataupun masih diduga Covid-19. Termasuk dalam protokol penanganan jenazah COVID-19, petugas PMI wajib mengenakan pakaian hazmat sesuai standar.

Dalam beberapa hari terakhir, permintaan pengantaran jenazah di Jember meningkat. Sesuai prosedur keamanan, lanjut Ghufron, setiap setelah selesai mengantar atau memakamkan, baju hazmat yang sudah dikenakan petugas harus langsung dimusnahkan.

“Dalam sehari, kita bisa 5 sampai 6 kali pengiriman. Memang ada peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Untuk sekali pengiriman, setidaknya butuh 2 set baju hazmat yang harus dikenakan petugas. Dan itu sekali pakai,” lanjut Ghufron yang juga menjadi petugas pengantaran jenazah.

Hingga 18 November 2020 lalu, PMI Jember tercatat telah mengantarkan 155 jenazah dengan protokol Covid-19. Layanan tersebut mulai dilakukan PMI Jember sejak awal pandemi merebak di Jember, yakni pada 28 April 2020. PMI mengoperasionalkan 2 mobil ambulan jenazah untuk protokol Covid-19.

Selama ini, stok baju hazmat PMI Jember disuplai oleh Satgas Covid-19 yang dipimpin Pemkab Jember. Selain itu, juga ada sumbangan baju hazmat atau dana dari para pihak lainnya seperti dokter, perawat, perusahaan dan donatur lainnya.

Dalam struktur Satgas Covid-19 yang ada di seluruh daerah, masing-masing PMI masuk di dalamnya. Selain untuk pengantaran jenazah terkait Covid-19, Palang Merah Indonesia juga menjalankan fungsi sosialisasi dan pencegahan kepada masyarakat. Adapun Satgas Covid-19 dipimpin oleh kepala daerah dengan sekretaris atau pelaksana harian dijabat oleh kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris Satgas Covid-19 Jember, Mad Satuki mengaku belum mendapat permintaan baju hazmat dari PMI Jember. Kalaupun ada, lanjut Satuki, Pemkab Jember tidak bisa langsung memberikan sumbangan baju hazmat ke PMI Jember.

“Kita belum menerima usulan hal itu (APD baju Hazmat)  dari PMI. Jika tidak ada usulan, maka kami tidak menganggarkan sehingga tidak punya stok baju hazmat untuk instansi lain,” tutur Satuki yang juga menjabat sebagai Plt Kepala BPBD Jember saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Sabtu lalu. 

Pemberian bantuan baju hazmat, menurut Satuki  harus sesuai prosedur birokrasi yang berlaku. “Kami menganggarkan harus sesuai masing-masing item usulan kebutuhan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan instansi pengusul,” tutur pria yang merangkap sebagai  Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember ini. (*)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Pemprov Minta Bupati Turunkan Pangkat Pejabat yang Tuduh Gubernur Khofifah? Penyebab APBD Molor

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar