Pemprov Minta Bupati Turunkan Pangkat Pejabat yang Tuduh Gubernur Khofifah? Penyebab APBD Molor

Gubernur
Kepala Bappekab Jember, Achmad Imam Fauzi (tengah) saat rapat di DPRD Jember.

Terkini.id, Jember – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Bappekab) Jember, Achmad Imam Fauzi terancam kehilangan jabatan. Ini setelah Gubernur Jatim, Khofifah meminta Plt Bupati Jember, Abdul Muqit Arief menghukum Fauzi. Ucapan Fauzi yang sempat menuduh gubernur sebagai penyebab keterlambatan APBD Jember sebagai tindak indisipliner pegawai negeri. 

Hal itu tertuang dalam surat Gubernur kepada bupati bertanggal 19 Oktober 2020. “Ya benar ada surat itu, sedang kita tindaklanjuti,” tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Jember, Mirfano saat dikonfirmasi pada Rabu, 18 November 2020.  

Dalam surat itu, Gubernur Khofifah meminta sanksi penurunan pangkat berlaku selama 3 tahun. Artinya, selama 3 tahun ke depan Fauzi tidak bisa naik kepangkatannya sebagai ASN. Jika jadi diturunkan, kepangkatan Fauzi tidak lagi bisa memenuhi kualifikasi sebagai Kepala Bappekab. Artinya dia akan dicopot. 

“Sudah kita panggil yang bersangkutan. Masih butuh proses satu kali lagi. Pejabat lain yang ikut rapat, juga kita mintai klarifikasi  tentang apa yang terjadi. Nanti akan saya laporkan ke Pak Bupati hasilnya,” tutur Mirfano.

Dalam surat itu, Khofifah juga meminta agar Muqit membina Fauzi supaya kondusivitas di Jember terjaga. 

“Sejauh ini saya tidak melihat ada niat jahat dari yang bersangkutan. Tetapi nanti hasil keseluruhan akan saya sampaikan kepada gubernur,” pungkas Mirfano.

Terjadi di Rapat dengan DPRD

Pangkal pernyataan Fauzi itu terjadi dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi C DPRD Jember pada 5 Oktober 2020 lalu. Dalam forum resmi itu, Fauzi menjawab pertanyaan dewan tentang penyebab keterlambatan pembahasan RAPBD 2020. Saat itu, Fauzi  dianggap menuding, Gubernur Jawa Timur, Khofifah sebagai pihak yang lalai dan berakibat pembahasan RAPBD Jember 2021 menjadi molor.

Pernyataan Fauzi itu kemudian di muat di media online. Selang sehari berikutnya, Inspektorat Pemprov Jatim langsung memanggil Fauzi untuk menghadap ke Surabaya. Inspektur Jatim, Helmy Perdana Putera memimpin langsung pemeriksaan terhadap Fauzi pada 07 Oktober 2020 di Surabaya  (adi)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

PMI Jember Sempat Kehabisan Hazmat, Ini Tanggapan Satgas Covid-19 Jember

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar